Konsep Hidup Bahagia Versi Nabi Muhammad - Semua
manusia pasti menginginkan kebahagiaan dalam hidupnya, Tidak ada satupun manusia yang ingin hidup susah, gelisah,
resah, dan tidak merasakan ketentraman. tetapi setiap manusia memiliki prinsip
dan cara pandang yang berbeda dalam mengukur kebahagiaan. Ada yang bilang
bahagia itu kalau punya uang banyak, mobil mewah, rumah megah dan lainnya.
Apakah itu semua menjamin kebahagiaan
seseorang. Belum tentu, nyatanya banyak pejabat yang sudah punya banyak harta
masih korupsi, seorang pengusaha kaya masih merasa kurang, dan masih banyak
lagi kasus-kasus yang lainnya. Ternyata bahagia bukan melulu tentang harta.
Kebahagiaan sifatnya sangat relative,
tergantung pola pikir pada setiap orang, kita pasti pernah bepergian disuatu
desa yang mana lokasinya sangat terpenci, bahkan listrikpun belum sampai di
desa itu. Bagi masyarakat kota pastilah hidup di desa itu sangat tidak
menyenangkan, akan tetapi ketika kita mengamati mereka ternyata mereka
baik-baik saja, masih bisa tersenyum, bergurau, dan tampak juga raut wajah
kebahagiaan pada masyarakat desa. Hal ini menjadi bukti betapa kebahagiaan itu
sangatlah relative.
Dari ulasan diatas kita bisa menyimpukan bahwa
kebahagiaan adalah ketika kita bisa menikmati hidup dengan rasa nyaman, aman
dan damai. Tetapi untuk bisa mendapatkan itu semua harus ada usaha yang nyata.
Bagi seorang muslim, untuk mendapatkan kebahagiaan sejati cukuplah dengan
menyontoh rasulullah.
Konsep
Bahagia Ala Nabi
Kita tahu bahwa Nabi Muhammad bukan hanya
pintar dalam urusan agama dan kepemimpinan, tetapi semua aspek kehidupan beliau
patut dijadikan panutan, termasuk dalam urusan kebahagiaan. Setidaknya ada lima
hal yang menjadi acuan kita untuk menuju kebahagiaaan dengan mencontoh dari
Nabi Muhammad.
Inilah Konsep Hidup Bahagia Versi Nabi Muhammad
Hindari
Marah (Selalu Sabar).
Menghindari
sifat marah memang dibutuhkan kesabaran, dan tidak bisa secara langsung kita
bisa mendapatkan sifat sabar ini, tetapi harus ditekuni dan istiqomah. Seperti
yang disabdakan rasulullah :”Jangan marah”, hal ini diulangi sampai tiga kali. Tidak
pernah marah merupakan cara hidup bahagia yang dilakukan Rasulullah. Apabila
kita marah maka cara paling efektif adalah mengubah posisi ketika sedang
marah. Diantaranya jika sedang marah ketika berdiri, maka hendaklah duduk.
Jika
marah ketika sedang duduk, maka hendaknya berbaring. Kemudian membaca doa
ta’awudz dilanjutkan dengan mengambil air wudhu. Karena pada hakikatnya marah
itu berasal dari setan sedangkan setan terbuat dari api, makahendaknya api
padamkan dengan air wudhu. Orang yang suka marah biasanya menyebabkan penyakit
darah tinggi, sedangkan darah tinggi mampu menyebabkan komplikasi (gabungan)
penyakit yang lain seperti penyakit ginjal, penyakit jantungkoroner, penyakit
stroke dan lain lain.
Menjauhi
Sifat Iri Hati.
Rasulullah
senantiasa menjauhi sifat iri hati dan dengki. Maka kita sebagai ummatnya hendaknya
meniru cara hidup bahagia Rasulullah dengan tidak iri hati dan tidak
dengki. Kita perlu menjauhi sifat tersebut karena sangat penting untuk
kebersihan hati kita.
Kita harus selalu dan senantiasa berdo’a: “Ya Allah
ya Tuhanku, bersihkanlah hatiku ini dari sifat-sifat buruk atau mazmumah
(mendatangkan keburukan pada diri) dan hiasilah diriku dengan sifat-sifat
kabaikan atau mahmudah (mendatangkan kebaikan pada diri)”.
Sifat iblis adalah
Iri dan dengki yang mengajak manusia agar mengikutinnya dan menyebabkan manusia
masuk kedalam neraka. Selain itu iri dengki penyebabkan permusuhan dan memecah
belah kita serta menghabiskan banyak energi kita untuk memusuhi sesama manusia.
Memberi Kasih Sayang Terhadap Semua Orang.
Dalam hidup Rasulullah, beliau selalu dimusuhi orang-orang
jahiliyah pada waktu itu, namun yang dilakukan rasullah tidak membenci
mereka tetapi memberi kasih sayang pada mereka.
Cara hidup bahagia rasulullah
seperti yang seharusnya dilakukan oleh Ummatnya karena kasih sayang mengajarkan
kedamaian, kebahagiaan, dan keseimbangan. Bahagia bukan mendapat, tetapi dengan
memberi kita mampu membahagiakan diri sendiri maupun orang lain.
Jadilah Pemaaf.
Jadilah seorang yang pemaaf, seperti rasulullah, dengan
menjadi pemaaf maka akan bertambah kebahagiaan kita karena kita tidak akan
mempunyai musuh. Rasulullah selalu mencontohkan kepada kita saat beliau sedang
di ganggu olleh kaum kafir quraisy, dan rasuullah selalu memaafkan kesalahan-kesalahan
yang diperbuat oleh kaum kafir quraisy.
Rendah Hati.
Selalu menjadi pribadi yang rendah hati, karena kesombongan
hanya akan menjadi hal yang sia-sia, dan dengan menjadi rendah hati maka kita
akan dicintai banyak orang, jika kita dicintai banyak orang betapa bahagianya
hidup ini. Rasulullah walaupun dia putra dari golongan bangsawan tetapi tidak
pernah menyombongkan dirinya dan selalu bersifat rendah hati.
Demikianlah beberapa tips hidup bahagia yang diajarkan oleh rasulullah kepada umatnya, semoga kita bisa mengambil hikmah dari artikel diatas. Amin.

Komentar
Posting Komentar